Management Layanan Khusus
BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Menurut Kusmintardjo (1992:1) sekolah tidak akan berfungsi jika tidak
ada sesuatu yang membuatnya berfungsi. Dalam sebuah pendidikan harus mempunyai
unsur-unsur yang meliputi administrasi sekolah. Unsur-unsur dalam administrasi
sekolah tersebut masing-masing mempunyai fungsi, hubungan, dan ketergantungan
dengan komponen-komponen lainnya. Unsur-unsur tersebut meliputi: (a)
administrasi murid, (b) administrasi kurikulum, (c) administrasi personil, (d)
administrasi materiil, (e) administrasi keuangan, (f) administrasi hubungan
sekolah dan masyarakat, dan (g) administrasi pelayanan khusus.
Tidak hanya keenam fungsi administrasi yang mendominasi terbentuknya
kondisi pembelajaran yang nyaman, dengan menambah layanan khusus di sekolah
peserta didik atau murid akan dapat melengkapi usaha pencapaian tujuan
pendidikan di sekolah. Hingga saat ini layanan khusus di anggap sangat penting
dalam perwujudan pendidikan. Maka hampir setiap sekolah di Indonesia
menyediakan layanan khusus bagi peserta didik. Memang perlu adanya usaha
pemerintah untuk terus mendukung teraplikasinya layanan khusus bagi peserta
didik ini agar peserta didik merasa nyaman, senang dan betah di lingkungan
sekolah.
Manajemen layanan khusus di sekolah ditetapkan dan diorganisasikan untuk
memudahkan atau memperlancar pembelajaran, serta dapat memenuhi kebutuhan
khusus siswa di sekolah. Kusmintardjo (1992:4), pelayanan khusus atau pelayanan
bantuan diselenggarakan di sekolah dengan maksud untuk memperlancar pelaksanaan
pengajaran dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan di sekolah.
Kepala sekolah perlu mempertimbangkan
secara matang apabila akan menyelenggarakan program layanan khusus. Kepala
sekolah harus selalu melihat hubungan antara layanan khusus dengan program
pendidikan secara menyeluruh. Pada hakekatnya, untuk mempermudah
penyelenggaraan kegiatan layanan khusus, kepala sekolah dituntut memiliki
kemampuan menerapkan pendekatan psikologis didalam pengadministrasian personal.
Disamping pendekatan psikologis dalam mengadministrasi personal, ada pendekatan
lain yang dapat dipergunakan oleh kepala sekolah, yakni pendekatan analisis
bidang. Dalam pendekatan ini, kepala sekolah harus mengetahui tanggung jawab
dari masing-masing personal yang terlibat.
Oleh karena itu, sebagai profesional yang akan terjun dalam dunia
pendidikan khususnya di lingkungan sekolah, kita wajib mengetahui dan memahami
layanan khusus apa yang terdapat di sekolah. Tujuan yang diinginkan tidak lain
dan tidak bukan untuk menciptakan kondisi dan situasi pembelajaran yang
nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Dengan proses pembelajaran yang
baik, maka pendidikan yang optimal juga akan tercipta dengan sendirinya.
B. TUJUAN
PEMBAHASAN
Tujuan
yang diharapkan dapat tercapai setelah pembahasan mengenai Manajemen Layanan
Khusus Sekolah adalah pembaca pada khususnya dapat memahami dan
mengidentifikasi jenis-jenis Layanan Khusus Sekolah beserta fungsinya, tujuan
dan prinsip-prinsip Manajemen Layanan Khusus, dan ruang lingkup Manajemen
Layanan Khusus Sekolah.
BAB
II
PEMBAHASAN
1. Pengertian
Manajemen Layanan Khusus
Secara
etimologis, manajemen berasal dari kata management
(Bahasa Inggris). Kata management berasal dari kata manage atau
managiare yang berarti melatih kuda dalam melangkahkan kakinya (Echols dalam
Imron, 2003). Dalam manajemen, terkandung dua makna, ialah mind (pikir) dan action (tindakan)
(Sahertian dalam Imron, 2008). Secara tertimologis, manajemen berarti:
1.
kemampuan
atau ketrampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka mencapai tujuan
(Siagian, sebagaimana dikutip Imron, 1985)
2.
segenap
perbuatan menggerakkan sekelompok orang atau mengarahkan segala fasilitas dalam
suatu usaha kerja sama untuk mencapai tujuan (The Liang Gie, sebagaimana
dikutip Imron, 1985)
3. bekerja
dengan menggunakan atau meminjam tangan orang lain.
Beberapa unsur yang terdapat dalam
pengertian ini adalah:
1).
adanya suatu proses, yang menunjukkan
bahwa ada tahapan-tahapan terrtentu yang harus dilakukan jika seseorang
melakukan kegiatan manajemen
2).
adanya penataan, yang berarti bahwa
makna dari manajemen sesungguhnya
adalah penataan, pengaturan atau pengelolaan
3).
terdapat sumber-sumber potensial yang
harus dilibatkan, baik sumber [1]potensial
yang bersifat manusiawi maupun yang bersifat non manusiawi
4). adanya tujuan yang hendak dicapai
5). pencapaian tujuan tersebut diupayakan agar
secara efektif dan efisien.
Mary Parker Follet,
misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui
orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan
mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
Berdasarkan
uraian di atas dapat disimpulkan manajemen pendidikan mempunyai pengertian
kerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan, serta kegiatan ketatausahaan yang
meliputi kegiatan rutin cata mencatat, mendokumentasikan kegiatan,
menyelenggarakan surat menyurat dengan segala aspeknya serta mempersiapkan
laporan
2. MANAJEMEN LAYANAN KHUSUS SEKOLAH
Manajemen layanan khusus di suatu sekolah merupakan bagian penting dalam
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang efektif dan efisien. Sekolah merupakan
salah satu sarana yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas dari
penduduk bangsa Indonesia. Sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab dan
tugas untuk mlaksanakan proses pembelajaran dalam mengembangkan ilmu
penegetahuan dan teknologi saja, melainkan harus menjaga dan meningkatkan
kesehatan baik jasmani maupun rohani peserta didik. Hal ini sesuai dengan UU
No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Bab II Pasal 4 yang
memuat tentang adanya tujuan pendidikan nasional. Untuk memenuhi tugas dan
tanggung jawab tersebut maka sekolah memerlukan suatu manajemen layanan khusus
yang dapat mengatur segala kebutuhan peserta didiknya sehingga tujuan
pendidikan tersebut dapat tercapai.
Manajemen layanan khusus di sekolah
pada dasarnya ditetapkan dan di organisasikan untuk mempermudah atau
memperlancar pembelajaran, serta dapat memenuhi kebutuhan khusus siswa di
sekolah. Pelayanan khusus diselenggarakan di sekolah dengan maksud untuk
memperlancar pelaksanaan pengajaran dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan
di sekolah. Pendidikan di sekolah antara lain juga berusaha agar peserta didik
senanatiasa berada dalam keadaan baik. Baik disini menyangkut aspek jasmani
maupun rohaninya. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen
layanan khusus adalah suatu proses kegiatan memberikan pelayanan kebutuhan
kepada peserta didik untuk menunjang kegiatan pembelajaran agar tujuan
pendidikan bisa tercapai secara efektif dan efisien.
3. JENIS-JENIS LAYANAN KHUSUS SEKOLAH
Pelayanan khusus yang diberikan sekolah kepada peserta didik, antar
sekolah satu dengan sekolah lainnya pada umumnya sama, tetapi proses pengelolan
dan pemanfaatannya yang berbeda. Beberapa bentuk manajemen layanan khusus yang
ada di sekolah antara lain yaitu:
a.
Layanan Perpustakaan Peserta Didik
Perpustakaan
merupakan salah satu unit yang memberikan layanan kepada peserta didik, dengan
maksud membantu dan menunjang proses pembelajaran di sekolah, melayani
informasi-informasi yang dibutuhkan serta memberi layanan rekreatif melalui
koleksi bahan pustaka.[2] Menurut
Supriyadi (1983) dalam buku Manajemen Peserta Didik oleh Ali Imron
mendefinisikan perpustakaan sekolah sebagai perpustakaan yang diselenggarakan
di sekolah guna menunjang program belajar mengajar di lembaga pendidikan formal
seperti sekolah, baik sekolah tingkat dasar maupun menengah, baik sekolah umum
maupun kejuruan.
Selain itu, perpustakaan sekolah adalah salah satu unit sekolah yang
memberikan layanan kepada peserta didik di sekolah sebagai sentra utama, dengan
maksud membantu dan menunjang proses belajar mengajar di sekolah, melayani
informasi-informasi yang dibutuhkan serta memberikan layanan rekreatif melalui
koleksi bahan pustaka (Imron, 1995:187). Dari definisi-definisi tersebut
tampaklah jelas bahwa perpustakaan sekolah merupakan suatu unit pelayanan
sekolah guna menunjang proses belajar mengajar di sekolah.
b. Layanan Kesehatan Peserta Didik
Layanan kesehatan di sekolah biasanya
dibentuk sebuah wadah bernama Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Usaha kesehatan
sekolah adalah usaha kesehatan masyarakat yang dijalankan sekolah.
Menurut Jesse Ferring William pada buku
Pengelolaan Layanan Khusus Di sekolah oleh Kusmintardjo (1992) mendefinisikan
layanan kesehatan adalah sebuah klinik yang didirikan sebagai bagian dari
Universitas atau sekolah yang berdiri sendiri yang menentukan diagnosa dan
pengobatan fisik dan penyakit jiwa dan dibiayai dari biaya khusus dari semua
siswa. Selain itu layanan kesehatan juga dapat diartikan sebagai usaha sekolah
dalam rangka membantu (mungkin bersifat sementara) murid-muridnya yang
mengalami persoalan yang berkaitan dengan kesehatan.
Dengan demikian dapatlah dikatakan
bahwa layanan kesehatan peserta didik adalah suatu layanan kesehatan masyarakat
yang dijalankan di sekolah dan menjadikan peserta didik sebagai sasaran utama,
dan personalia sekolah yang lainnya sebagai sasaran tambahan (Imron, 1995:154)
c.
Layanan Asrama Peserta Didik
Bagi
para peserta didik khususnya jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi,
terutama bagi mereka yang jauh dari orang tuanya diperlukan diperlukan asrama.
Selain manfaat untuk peserta didik, asrama mempunyai manfaat bagi para pendidik
dan petugas asrama tersebut.[3]
d.
Layanan Bimbingan dan Konseling Peserta Didik
Layanan
bimbingan dan konseling adalah proses bantuan yang diberikan kepada siswa
dengan memperhatikan kemungkinan dan kenyataan tentang adanya kesulitan yang
dihadapi dalam rangka perkembangan yang optimal, sehingga mereka memahami dan
mengarahkan diri serta bertindak dan bersikap sesuai dengan tuntutan dan
situasi lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan bimbingan dan konseling adalah salah satu kegiatan bantuan dan tuntunan yang diberikan kepada individu pada umumnya dan siswa pada khususnya di sekolah dalam rangka meningkatkan mutunya.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan bimbingan dan konseling adalah salah satu kegiatan bantuan dan tuntunan yang diberikan kepada individu pada umumnya dan siswa pada khususnya di sekolah dalam rangka meningkatkan mutunya.
e.
Layanan Kafetaria Peserta Didik
Kantin atau warung sekolah diperlukan adanya di tiap sekolah supaya
makanan yang dibeli peserta didik terjamin kebersihannya dan cukup mengandung
gizi. Para guru diharapkan sekali-kali mengontrol kantin sekolah dan
berkonsultasi dengan pengelola kantin mengenai makanan yang bersih dan bergizi.
Peran lain kantin sekolah yaitu supaya para peserta didik tidak berkeliaran
mencari makanan keluar lingkungan sekolah. Layanan kafetaria adalah
layanan makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh peserta didik disela-sela
mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah sesuai dengan daya jangkau
peserta didik. Makanan dan minuman yang tersedia di kafetaria tersebut,
terjangkau dilihat dari jumlah uang saku peserta didik, tetapi juga memenuhi
syarat kebersihan dan cukup kandungan gizinya.
f. Layanan
Laboratorium Peserta Didik
Laboratorium diperlukan peserta didik apabila mereka akan mengadakan
penelitian yang berkaitan dengan percobaan-percobaan tentang suatu obyek
tertentu. Laboratorium adalah suatu tempat baik tertutup maupun terbuka yang
dipergunakan untuk melakukan penyelidikan, percobaan, praktikum, pengujian, dan
pengembangan. Laboratorium sekolah adalah sarana penunjang proses belajar
mengajar baik tertutup maupun terbuka yang dipergunakan untuk melaksanakan
praktikum, penyelidikan, percobaan, pengembangan dan bahkan pembakuan.
g. Layanan
Koperasi Peserta Didik
Layanan koperasi mendidik para peserta didik untuk dapat berwirausaha.
Hal ini sangat membantu peserta didik di kehidupan yang akan datang. Koperasi
sekolah adalah koperasi yang dikembangkan di sekolah, baik sekolah dasar,
sekolah menengah, maupun sekolah dan dalam pengelolaannya melibatkan guru dan
personalia sekolah. Sedangkan koperasi peserta didik atau biasa disebut disebut
koperasi siswa (Kopsis) adalah koperasi yang ada di sekolah tetapi
pengelolaanya adalah oleh pesera didik, kedudukan guru di dalam Kopsis adalah
sebagai pembimbing saja.[4][5]
h.
Layanan Keamanan Peserta Didik
Layanan keamanan yaitu layanan yang dapat
memberikan rasa aman pada siswa selama siswa belajar di sekolah misalnya adanya
penjagaan oleh satpam sekolah.
4. SUBSTANSI MANAJEMEN LAYANAN KHUSUS SEKOLAH
Substansi Manajemen Layanan Khusus berdasarkan proses manajemen adalah
sebagai berikut:
·
Perencanaan,
meliputi analisis kebutuhan layanan khusus bagi warga sekolah dan penyusunan
program layanan khusus bagi warga sekolah.
·
Pengorganisasian,
berupa pembagian tugas untuk melaksanakan program layanan khusus bagi warga
sekolah.
·
Penggerakan,
meliputi pengaturan pelaksanaan perpustakaan, koperasi sekolah, keterampilan,
unit kesehatan sekolah, ekstakurikuler, tabungan, keagamaan, kantin,
perpustakaan, kafetaria, dan layanan khusus lainnya.
·
Pengawasan,
meliputi pemantauan program layanan khusus dan penilaian kinerja program
layanan khusus bagi warga sekolah.
·
Jenis-jenis
layanan khusus yang dapat dikembangkan sekolah terdiri dari:
1. Pusat Sumber Belajar (PSB), yakni suatu unit
kegiatan yang mempuyai fungsi untuk memproduksi, mengadakan, menyimpan, serta
melayani bahan pengajaran sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan kegiatan
pengajaran dan pendidikan di lembaga pendidikan. PSB merupakan lebih lanjut
dari perpustakaan yang berisi berbagai macam bahan perpustakaan di tambah
dengan media pendidikan yang diperoleh melalui berbagaiu cara seperti pembelian,
hadiah atau hibah, dan sebagainya. Tujuannya adalah unuk memberi kemudahan
kepada peserta didik dan guru dalam memanfaatkan sumber belajar sehingga proses
pengajaran dan pendidikan dapat berjalan secara maksimal.
2. Perpustakaan, merupakan suatu sub unit Pusat
Sumber Belajar yang berisi bahan pustaka baik berupa buku maupun non-buku yang
diatur dan diklasifikasikan menurut sistem dan aturan tertentu untuk digunakan
para pembacanya. Perpustakaan memberikan banyak manfaat terutama dalam
a) fungsi
pendidikan yaitu memberi kesempatan kepada peserta didik menambah pengetahuan,
b) fungsi
informasi yaitu menyediakan bacaan-bacaan informatif,
c) fungsi
rekreasi yaitu memberi kesempatan kepada peserta didik menikmati pengalaman
berekreasi melalui penajaman imajinatif, dan
d) fungsi
penelitian yaitu memberikan bantuan kepada peserta didik untuk menjawab
berbagai masalah ilmiah dengan mengkaji bahan-bahan yang disediakan
perpustakaan berupa laporan hasil-hasil penelitian.
Manajemen layanan khusus lain adalah
layanan kesehatan dan keamanan. Sekolah sebagai satuan pendidikan bertugas dan
bertanggungjawab melaksanakan proses pembelajaran, tidak hanya bertugas
mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap saja, tetapi harus
menjaga dan meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani peserta didik. Hal ini
sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan manusia Indonesia
seutuhnya, yaitu “... manusia yang memiliki kesehatan jasmani dan rohani” (UU
No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Bab II Pasal 4). Untuk
kepentingan tersebut di sekolah-sekolah dikembangkan program pendidikan jasmani
dan kesehatan, menyediakan pelayanan kesehatan sekolah melalui usaha kesehatan
sekolah (UKS)
5. KETERKAITAN
ANTARA MANAJEMEN LAYANAN KHUSUS DENGAN MANAJEMEN SARANA DAN
PRASARANA
Menurut
Bafadal (2003:2), sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan,
dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah.
Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang
secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. Dalam
hubungannya dengan sarana pendidikan, ada sejumlah pakar pendidikan yang
mengklasifikasikan menjadi beberapa macam sarana pendidikan yang ditinjau dari
berbagai macam sudut pandang. Pertama, ditinjau dari habis tidaknya dipakai,
ada dua macam sarana pendidikan, yaitu sarana pendidikan yang habis pakai dan
sarana pendidikan yang tahan lama. Kedua, ditinjau dari bergerak tidaknya, ada
dua macam sarana pendidikan, yaitu sarana pendidikan yang bergerak dan sarana
pendidikan yang tidak bisa bergerak. Ketiga, ditinjau dari hubungannya dengan
proses belajar mengajar ada dua jenis sarana pendidikan di sekolah, yaitu
sarana pendidikan yang secara langsung digunakan dalam proses belajar mengajar,
dan sarana pendidikan yang secara tidak langsung berhubungan dengan proses
belajar mengajar.[6]
Sedangkan prasarana pendidikan di
sekolah bisa diklasifikasikan menjadi dua macam. Pertama, prasarana pendidikan
yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar, seperti ruang
teori, ruang perpustakaan, ruang praktik keterampilan, dan ruang laboratorium.
Kedua, prasarana sekolah yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses
belajar mengajar, tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses
belajar mengajar. Beberapa contoh tentang prasarana sekolah jenis terakhir
tersebut di antaranya adalah ruang kantor, kantin sekolah, tanah dan jalan
menuju sekolah, kamar kecil, ruang usaha kesehatan sekolah, ruang guru, ruang
kepala sekolah, dan tempat parkir kendaraan.
6. PERBEDAAN MANAJEMAN
UMUM DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN
Ditinjau dari prosesnya
hampir tidak ada perbedaan antara manajemen umum dengan manajemen pendidikan.
Karena jika dilihat dari segi proses, prinsip dan fungsi- fungsinya hampir
sama. Perbedaannya hanya terletak pada substansi yang dijadikan obyek
kajiannya.[7]
Manajemen
pendidikan pada prinsipnya merupakan suatu bentuk penerapan manajemen atau
administrasi dalam mengelola, mengatur dan mengalokasikan sumber daya yang
terdapat dalam dunia pendidikan, fungsi administrasi pendidikan merupakan alat
untuk mengintegrasikan peranan seluruh sumberdaya guna tercapainya tujuan
pendidikan dalam suatu konteks sosial tertentu, ini berarti bahwa bidang-bidang
yang dikelola mempunyai kekhususan yang berbeda dari manajemen dalam bidang
lain.
Manajemen layanan khusus di suatu sekolah merupakan
bagian penting dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang efektif dan efisien.
Sekolah merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk meningkatkan
kualitas dari penduduk bangsa Indonesia. Sekolah tidak hanya memiliki tanggung
jawab dan tugas untuk melaksanakan proses pembelajaran dalam mengembangkan ilmu
penegetahuan dan teknologi saja, melainkan harus menjaga dan meningkatkan
kesehatan baik jasmani maupun rohani peserta didik. Hal ini sesuai dengan UUSPN
bab 11 Pasal 4 yang memuat tentang adanya tujuan pendidikan nasional.[8]
Untuk memenuhi tugas dan tanggung jawab tersebut maka
sekolah memerlukan suatu manajemen layanan khusus yang dapat mengatur segala
kebutuhan peserta didiknya sehingga tujuan pendidikan tersebut dapat tercapai.
Manajemen layanan khusus di sekolah pada dasarnya ditetapkan dan di
organisasikan untuk mempermudah atau memperlancar pembelajaran, serta dapat
memenuhi kebutuhan khusus siswa di sekolah.
Pelayanan khusus
diselenggarakan di sekolah dengan maksud untuk memperlancar pelaksanaan
pengajaran dalam rangka pencapain tujuan pendidikan di sekolah. Pendidikan di
sekolah antara lain juga berusaha agar peserta didik senantiasa berada dalam
keadaan baik. Baik disini menyangkut aspek jasmani maupun rohaninya.
Menurut Kusmintardjo
(1992:1) sekolah tidak akan berfungsi jika tidak ada sesuatu yang membuatnya
berfungsi. Dalam sebuah pendidikan harus mempunyai unsur-unsur yang meliputi
administrasi sekolah. Unsur-unsur dalam administrasi sekolah tersebut
masing-masing mempunyai fungsi, hubungan, dan ketergantungan dengan
komponen-komponen lainnya. Unsur-unsur tersebut meliputi: (a) administrasi
murid, (b) administrasi kurikulum, (c) administrasi personil, (d) administrasi
materiil, (e) administrasi keuangan, (f) administrasi hubungan sekolah dan
masyarakat dan (g) administrasi pelayanan khusus.
Dari uraian tersebut
dapat disimpulkan bahwa manajemen layanan khusus adalah suatu proses kegiatan
memberikan pelayanan kebutuhan kepada peserta didik untuk menunjang kegiatan
pembelajaran agar tujuan pendidikan bisa tercapai secara efektif dan efisien.
BAB
III PENUTUP
KESIMPULAN
Setelah memahami pembahasan yang telah dijabarkan secara panjang lebar
diatas, dapat ditarik kesimpulan dan menjadi sebuah ringkasan pembahasan yaitu:
1. Manajemen Layanan Khusus di Sekolah merupakan
bagian penting dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang efektif dan efisien.
Manajemen Layanan Khusus di anggap sangat penting dalam perwujudan pendidikan
2. Manajemen Layanan
Khusus di Sekolah ditetapkan dan diorganisasikan untuk memudahkan atau
memperlancar pembelajaran, serta dapat memenuhi kebutuhan khusus siswa di
sekolah.
3. Beberapa Manajemen
Layanan Khusus yang umum terdapat di semua sekolah adalah: (a) Perpustakaan,
(b) UKS, (c) Asrama Pelajar, (d) Koperasi Siswa (e) Keamanan Sekolah, (f)
Laboratorium, (g) Kafetaria, (h) Bimbingan dan Konseling, dan masih banyak
jenisnya tergantung kebijakan sekolah masing-masing.
4. Substansi Manajemen Layanan Khusus berdasarkan
proses manajemen adalah: (a) Perencanaan, (b) Penggerakan, (c)
Pengorganisasian, (d) Pengawasan.
5. Manajemen Layanan Khusus di Sekolah pada
dasarnya merupakan bagian dari Standar sarana dan prasarana pendidikan. Sarana
pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan, dan perabot yang secara
langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. Sedangkan prasarana
pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung
menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah.
DAFTAR
RUJUKAN
Episentrum (Lembaga Psikologi). 2010. Jenis-jenis
Layanan Khusus di Sekolah. (Online), (http://episentrum.com/search/jenisjenis%20layanan%20khusus
%20di%20sekolah, diakses tanggal 19 Maret 2012).
Rusliana,
Ade. 2010. Prinsip-Prinsip Layanan Khusus Sekolah. (Online),
(http://www.tendik.org/., diakses tanggal 19 Maret 2012).
Tanpa
nama. 2009. Asrama Sekolah. (Online),
(http://id.wikipedia.org/wiki/Asrama, diakses tanggal 19 Maret 2012).
(http://id.wikipedia.org/wiki/Asrama, diakses tanggal 19 Maret 2012).
Arifin,
Tamy. 2010. Pers, koperasi sekolah.
www.google.com. (diakses tanggal 19 Maret 2012)
www.google.com. (diakses tanggal 19 Maret 2012)
Paringadi.
Djono. 2006. MENCIPTAKAN SEKOLAH YANG
AMAN, NYAMAN DAN DISIPLIN, (Online), (http://media. diknas.go.id/media/document/5117.pdf. diakses tanggal 19 Maret 2012)
AMAN, NYAMAN DAN DISIPLIN, (Online), (http://media. diknas.go.id/media/document/5117.pdf. diakses tanggal 19 Maret 2012)
Darwoto. 2010. Administrasi Pelayanan Khusus.
(http: //darwoto. wordpress. com/ 2010/03/17/administrasi-pelayanan-khusus/,
diakses tanggal 19 Maret 2012).
Tanpa Nama. 2004. Membangun Perpustakaan Model. (http:
//www.bit.lipi.go. id/ masyarakatliterasi / indep
hp/ membangun perpusta-kaan-sekolah model? showall=1), diakses tanggal 19 Maret
2012)
Handoko, H.T. 1984. Manajemen Edisi 2. Yogyakarta:
BPFE.
Imron, A. 1993. Manajemen Peserta Didik Jilid I.
IKIP Malang
Bafadal. I. 2004. Manajemen Perlengkapan Sekolah.
PT BUMIKARSA: Jakarta.
Kusmintardjo. 1992. Pengelolaan
Layanan Khusus di Sekolah. IKIP Malang.
Manullang, M. 1983. Dasar-Dasar Manajemen.
Gadjah Mada University Press.
Episentrum (Lembaga
Psikologi). 2010. Jenis-jenis Layanan Khusus di Sekolah. (Online), (http://episentrum.com/search/jenisjenis%20layanan%20khusus
Paringadi.
Djono. 2006. MENCIPTAKAN SEKOLAH YANG AMAN, NYAMAN DAN DISIPLIN,
(Online), (http://media. diknas.go.id/media/document/5117.pdf.
diakses tanggal 19 Maret 2012)
[6] (http:
//darwoto. wordpress. com/2010/03/17/administrasi-pelayanan-khusus/,
diakses tanggal 19 Maret 2012).


Komentar
Posting Komentar