Insan kamil menrut Al-Jalili
AL-JILI Nama lengkapnya adalah Abd Al-karim binIbrahim
Al-jalili tahun 767 (1365) sampe tahun 8045 H (1403 M). Ia belajar tasauf
dibawah bimbingan Abdul Qadir al-jailani, Dia juga berguru kepada syeh Syarifuddin
Ismail, Karya Al-jlili yang paling terkenal adalah Al Insan kamil fi ma’rifah
al Awakhir wa al-Awal yang menurutnya ditulis berdasarkan ilham dari Allah
s.w.t Disamping itu juga Ia menulis Kitab Al-Kahf wa al Raqim fi syarh
Bismillahi al Rahman al Rahim
Aljili termasuk dalam kelompok sufi yang berpandangan
bahwa yang ada ini adalah tunggal, semua
perbedan pada hakekatnya hanya modus, aspek dan manifestasi penomenal
(lahiriah) dari realitas tunggal tersebut. Allah adalah substansi dari yang ada
ini.memanifestasikan diri melalui tiga taraf, yairu: Ahadiyh, Huwiyah dan
Aniyah. Tahap Ahadiyah (Kesatuan) berkembang secara batini pada taraf Huwiyah
(Kediaan) dimana yang banyak tenggelam dalam satu; dan secara lahiriyah untuk
taraf Aniyah (Keakuan) dimana yang satu termanifestasi dalam yang banyak. Pertentangan
antara huwiyah dan Aniyah, menurut Aljalili diselesaikan melalui wahidiyah,
dimana zat dimanifestasikan sebagai sifat dan sifat sebagai zat, sifat dan
asma. Allah dalam diri hambaNya Berkembang dalam tiga taraf yaitu: tajali al-af’al,
tajali al-asma, tajali al-sifatdan tajali al-zat. Doktrin Al Insan kamil yang
dikembangkan Al Jili dengan menerima gagasan dari Ibn Arabi dalam kitabnya
yaitu tentang kesatuan wujud (Wahdatul wujud), ia melacak asal usul sejati yang
bernama dan bersifat, melalui tiga tahap Ahadiyah, Huwiyah dan Aniyah. Manusia
pada hakikatnya, adalah pikira kosmik dan mempertalikan Wujud mutlak dengan
Alam materi.
Insan kamil menurut Ajili adalah wadah tajali tuhan yang
paripurna menurutnya Insan ada tiga tingkatan yaitu Bidayah, Tawasut dan
Khitam. Bidayah (permulaan) yaitu dalam tingkatan ini adalah orang yang
berusaha menampakan sifat-sifat Allah dalam dirinya dan mengikuti
petunjuk-petunjuk Allah, Tawasut (pertengahan) dalam tingkatan ini Dia sudah
bisa menampakan sifat-sifat Allah dalam dirinya, Khitam (tertinggi) yaitu dia
sudah bisa menampakan sifat sifat Allah Tauhidul wujud. Proses bertanajul
menampakan diri menurut Ibn Arobi adatujuh tahap yaitu; Ahadiyah, Wahdah,
Wahidiyah, Alam Arwah, Alam Mitsal, Alam Ajsam dan Alam Insan, Wallahu A’lam.



Komentar
Posting Komentar