Administrasi Pendidikan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pengembangan diri merupakan
kegiatan pendidikan untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang administrasi.
Ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dilaksanakan bertujuan jangka panjang yaitu agar tenaga administrasi
maupun mengembangkan ilmu yang telah dipelajari dan dipraktekkan di sekolah.
Administrasi sangat diperlukan bagi kelangsungan proses belajar mengajar dalam
dunia pendidikan. Semua itu tidak lepas
dari keaktifan orang-orang yang menguasai administrasi dalam sekolah. Orang
sering menganggap enteng administrasi tersebut, padahal kalau administrasi
dipegang sama orang-orang yang kurang terampil maka administrasi tersebut akan
berantakan. Orang yang memegang administraasi adalah orang yang sudah terlatih
dalam bidangnya (orang yang sudah mendapat ilmu/ pelatihan). Administrasi tidak
hanya dalam hal keuangan saja tetapi juga dalam kerapian/ keteraturan kita
dalam pembukuan. Administrasi tidak hanya dilakukan dalam waktu tertentu saja
tetapi setiap hari secara kontinyu. Administrasi adalah upaya menjadikan
kegiatan kerja sama antara guru dan karyawan agar proses belajar mengajar lebih
efektif. Namun, administrasi pendidikan
seringkali disalahartikan sebagai semata-mata ketatausahaan pendidikan. Namun dari uraian berikut ini
akan diketahui bahwa pengertian administrasi
pendidikan sebenarnya adalah bukan sekedar itu. Administrasi pendidikan
tidak begitu mudah, karena ia menyangkut pengertian yang luas. Culberston
(1982) mengatakan bahwa Schwab pada tahun enam puluhan telah mendiskusikan
bagaimana kompleksnya administrasi
pendidikan sebagai ilmu. Ia memperkirakan bahwa ada sekitar 50.000
masalah yang mungkin timbul dalam pelaksanaan administrasi pendidikan
1.2
Rumusan Masalah
Dari Latar Belakang diatas dapat dirumuskan
masalah sebagai berikut :
1. Apakah konsep dasar
administrasi pendidikan itu ?
2. Apakah Sistem dan struktur
organisasi Sekolah itu ?
3. Apakah Hak, kewajiban, dan
tanggung jawab guru dalam administrasi sekolah?
4. Apakah Peranan Guru dalam
Sistem Informasi dan Ketatausahaan Sekolah?
1.3
Tujuan
Dari
Rumusan Masalah tersebut dapa ditarik 4 tujuan, yaitu :
1.
Untuk mengetahui
konsep dasar administrasi pendidikan.
2.
Untuk mengetahui
Sistem dan struktur organisasi Sekolah.
3.
Untuk mengetahui
Hak, kewajiban, dan tanggung jawab guru dalam administrasi sekolah?
4. Untuk mengetahui Peranan
Guru dalam Sistem Informasi dan Ketatausahaan Sekolah?[1]
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
KONSEP DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN
2.1.1 Pengertian administrasi pendidikan
Pengertian
administrasi pendidikan dapat dirumuskan dari berbagai sudut pandang kerja
sama, proses kerja sama itu, sistem dan mekanismenya, manajemen, kepemimpinan,
proses pengambilan keputusan, komunikasi
dan ketatausahaan. Maksudnya :
1) administrasi pendidikan
mempunyai pengertian kerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan
2) administrasi pendidikan mengandung
pengertian proses untuk mencpai tujuan
pendidikan. Proses itu dimulai dari perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, pemanduan, dan penilaian.
3) administrasi pendidikan dapat dilihat
dengan kerangka berpikir sistem. Sistem adalah keseluruhan yang terdiri dari
bagian-bagian dan bagian-bagian itu berinteraksi dalam sautu proses untuk
mengubah masukan menjadi keluaran.
4) administrasi pendidikan juga dapat dilihat
dari segi manajemen. Jika administrasi dilihat dari sudut ini, perhatian
tertuju kepada usaha untuk melihat apakah
pemanfaatan sumber-sumber yang ada dalam mencapai tujuan pendidikan sudah
mencapai sasaran yang ditetapkan dan apakah dalam pencapain tujuan itu tidak
terjadi pemborosan.
5) administrasi pendidikan juga dapat dilihat
dari segi kepemimpinan. Administrasi
pendidikan dilihat dari kepemimpinan merupakan usaha untuk menajwab
pertanyaan bagaimana kemampuan administrator
penddikan itu, apakah ia dapat melaksanakan tut wuri handayani, ing madyo
mangun karso, dan ing ngarso sungtulodo dalam mencapai tujuan pendidikan
6) Administrasi pendidikan juga dapat dilihat
dari proses pengambilan keputusan. Kita tahu bahwa melakukan kerja sama dan
memimpin kegiatan sekelompok orang bukanlah
pekerjaan yang mudah. Setiap kali, administrator dihadapkan kepada
bermacam-macam masalah, dan ia harus memecahkan masalah itu.
7) Administrasi pendidikan juga dapat dilihat
dari segi komunikasi. Komunikasi dapat diartikan secara sederhana sebagai usaha
untuk membuat orang lain mengerti apa yang kita maksudkan dan kita juga
mengerti apa yang dimaksudkan orang lain itu.
8) Administrasi seringkali diartikan dalam
pengertian yang sempit yaitu kegaitan ketatausahaan yang intinya dalah kegiatan
rutin catat-mencatat, mendokumentasikan kegiatan, menyelenggarakan
surat-menyurat, serta mempersiapkan laporan.
2.1.2 Ruang
lingkup bidang garapan administrasi pendidikan
Lingkup bidang garapan administrasi pendidikan meliputi :
a. Bidang administrasi
material: kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi. Seperti:
ketatausahaan sekolah, administrasi keuangan, alat-alat perlengkapan.
b. Bidang administrasi
personal, yang mencakup di dalamnya persoalan guru dan pegawai sekolah dan
sebagainya. Bidang administrasi kurikulum, yang mencakup didalamnya pelaksanaan kurikulum, pembinaan kurikulum,
penyusunan silabus, perisapan harian, dan sebagainya.
c. Bidang administrasi kurikulum,
yang mencakup didalamnya pelaksanaan kurikulum,
pembinaan kurikulum, penyusunan silabus, perisapan harian, dan
sebagainya
2.1.3 Fungsi umum administrasi pendidikan dan
penerapannya di sekolah
Fungsi administrasi pendidikan terutama dalam konteks
sekolah perlu dimulai dari tinjauan tentang tujuan pendidikan. Hal ini
disebabkan oleh adanya prinsip bahwa pada dasarnya kegiatan amdinistrasi
pendidikan dimaksudkan untuk pencapaian tujuan pendidikan itu. Tujuan itu
dicapai dengan melalui serangkaian usaha, mulai dari perencanaan sampai
melaksanakan evaluasi terhadap usaha tersebut. Pada dasarnya fungsi
administrasi merupakan proses pencapaian tujuan melalui serangkaian usaha itu
(Longenecker, 1964). Oleh karena itu, fungsi administrasi pendidikan dibicarakan
sebagai serangkaian proses kerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan itu.
Tujuan pendidikan perlu dibicarakan di sini karena alasan sebagai berikut:
a). tujuan
pendidikan merupakan jabaran dari tujuan
pendidikan nasional. Oleh karena itu, pemahaman tentang hubungan
keduanya perlu dilakukan.
b), tujuan
pendidikan merupakan titik berangkat administrasi pendidikan pada jenjang sekolah, dan
c), tujuan
pendidikan itu juga merupakan tolak ukur keberhasilan kegiatan administrasi
pendidikan di jenjang pendidikan itu.
2.2 SISTEM
DAN STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH
2.2.1 Pengertian
system dan organisasi sekolah
Sistem
dapat didefinisikan sebagai seperangkat objek dengan hubungan-hubungan antara
objek dan hubungan antar atributnya. Dengan kata lain, sistem adalah suatu
kesatuan utuh yang terjalin dari :
1. Sejumlah bagian,
2. Hubungan
bagian-bagian, dan
3. Atribut dari bagian-bagian itu maupun dari
hubungan itu. Sistem merupakan istilah dari bahasa yunani, yaitu dari kata
“system” yang artinya adalah
Himpunan bagian atau unsur yang saling berhubungan secara teratur untuk
mencapai tujuan bersama. Organisasi
sekolah, adalah organisasi yang beranggotakan murid-murid . organisasi ini bisa berupa organisasi intra sekolah maupun organisasi
intra sekolah Pengorganisasian di sekolah dapat didefinisikan sebagai
keseluruhan proses untuk memilih dan memilah orang-orang (guru dan personal
sekolah lainya) serta mengalokasikan prasarana dan saran untuk menunjang tugas
orang-orang itu dalam rangka mencapai tujuan sekolah. Termasuk di dalam
kegiatan pengorganisasian adalah penetapan tugas, tanggung jawab, dan wewenang
orang-orang tersebut serta mekanisme kerjanya sehingga dapat menjadi
tercapainya tujuan sekolah itu.
2.2.2 Fungsi dan
tujuan organisasi sekolah
A. Fungsi Organisasi sekolah
1. Melatih Kemampuan
Kemampuan Akademis Anak (Biar Pintar) Dengan melatih serta mengasah kemampuan
menghafal, menganalisa, memecahkan masalah, logika, dan lain sebagainya maka
diharapkan seseorang akan memiliki kemampuan akademis yang baik. Orang yang
tidak sekolah biasanya tidak memiliki kemampuan akademis yang baik sehingga dapat dibedakan dengan orang
yang bersekolah. Kehidupan yang ada di masa depan tidaklah semudah dan seindah
saat ini karena dibutuhkan perjuangan dan kerja keras serta banyak ilmu
pengetahuan.
2. Menggembleng dan
Memperkuat Mental, Fisik dan Disiplin Dengan mengharuskan seorang siswa atau
mahasiswa datang dan pulang sesuai dengan aturan yang berlaku maka secara tidak
langsung dapat meningkatkan kedisiplinan seseorang. Dengan begitu padatnya
jadwal sekolah yang memaksa seorang siswa untuk belajar secara terus-menerus
akan menguatkan mental dan fisik seseorang menjadi lebih baik.
3. Memperkenalkan
Tanggung Jawab Tanggung jawab seorang anak adalah belajar di mana orangtua atau
wali yang memberi nafkah. Seorang anak yang menjalankan tugas dan kewajibannya
dengan baik dengan bersekolah yang rajin
akan membuat bangga orang tua, guru, saudara, famili, dan lain-lain.
4. Membangun Jiwa
Sosial dan Jaringan Pertemanan Banyaknya teman yang bersekolah bersama akan
memperluas hubungan sosial seorang siswa. Tidak menutup kemungkinan di masa
depan akan membentuk jaringan bisnis dengan sesama teman di mana di antara
sesamanya sudah saling kenal dan percaya. Dengan memiliki teman maka kebutuhan
sosial yang merupakan kebutuhan dasar manusia dapat terpenuhi dengan baik.
5. Sebagai Identitas
Diri Lulus dari sebuah institusi pendidikan biasanya akan menerima suatu
sertifikat atau ijazah khusus yang mengakui bahwa kita adalah orang yang
terpelajar, memiliki kualitas yang baik dan dapat diandalkan. Jika disandingkan
dengan orang yang tidak berpendidikan dalam suatu lowongan pekerjaan kantor,
maka rata-rata yang terpelajarlah yang akam mendapatkan pekerjaan tersebut.
6. Sarana Mengembangkan
Diri dan Berkreativitas Seorang siswa dapat mengikuti berbagai program
ekstrakurikuler sebagai pelengkap kegiatan akademis belajar mengajar agar dapat
mengembangkan bakat dan minat dalam diri seseorang. Semakin banyak memiliki
keahlian dan daya kreativitas maka akan semakin baik pula kualitas seseorang.
Sekolah dan kuliah hanyalah sebagai suatu mediator atau perangkat pengembangan diri. Yang mengubah diri
seseorang adalah hanyalah orang itu sendiri.
B. Tujuan Organisasi Sekolah
1. Meningkatkan
prestasi belajar siswa yang bersifat Akademis
2. Meningkatkan
prestasi belajar siswa yang bersifat Non Akademis melalui optimalisasi kegiatan
ekstrakurikuler
3. Meningkatkan KBM
yang mengarah pada pembelajaran berbasis Kompetensi
4. Terciptanya
manajemen yang baik dan efisien
5. Menjalin kerjasama
dengan instansi / Institusi terkait, masyarakat dan dunia usaha / Industri
dalam rangka pengembangan program pendidikan
6. Tersedianya
sarana-prasarana pendidikan yang representatif
7. Menciptakan kultur
sekolah yang kondusif
8. Menciptakan
manajemen yang tertib dan profesional
9. Meningkatkan
kemampuan, daya nalar serta meningkatkan ketrampilan siswa disertai dengan
sikap dan perilaku yang santun dan berwawasan global
2.2.3 Bentuk dan struktur organisasi sekolah
1. Bentuk organisasi sekolah
2. Organisasi
Lini (bentuk lurus)
Dalam
organisasi lurus, organisasi ini didalamnya terdapat wewenang yang
menghubungkan langsung secara vertikal antara atasan dan bawahan
1.
Organisasi bentuk lurus dan staf
Organisasi bentuk ini pada dasarnya adalah sama dengan
struktur bentuk lurus, hanya saja ada perbedaan dimana untuk membantu
kelancaran kerja dalam pelaksanaan tugas, maka dari atasan ditempatkan
satupejabat atau lebih didalam unit-unit, tapi pejabat ini tidak mampunyai komando,
melainkan hanya bertugas membantu dalam hal yang khusus, memecahkan
masalah-masalah, memberi ide dsb, dan pejabat ini biasanya disebut dengan staf.
2.
Organisasi Bentuk Fungsional
Adalah organisasi dimana wewenang dari pimpinan
atas/pucuk pimpinan dilimpahkan kepada kepala bagian atau pimpinan unit
dibawahnya dalam satu bidang kerjaan tertentu, setiap kepala unit mempunyai
wewenang memerintah para unit pelaksana dibawahnya sepanjang menyangkut pekjaan
tertentu. Dalam organisasi ini menganut sistem satuan organisasi yang didasari
atas fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi tersebut.
3.
Bentuk pimpinan tunggal dan pimpinan jamak/komite
-
Bentuk pimpinan tunggal ialah bahwa yang memegang
puncak pimpinan, merupakan sumber pokok segala tugas maupun wewenang dan
merupakan penanggung jawab terakhir dalam organisasi.
-
Bentuk pimpinan jamak ialah suatu organisasi dipimpin
oleh beberapa orang juga bisa kita sebut dengan komite atau dewan, segala
ketentuan sesuatu diputuskan bersama oleh dewan/komite.
2.2.4 Kedudukan guru dalam struktur organisasi sekolah
Dari
bagan diatas dapat diketahui bahwa kedudukan guru disekolah berada dibawah
naungan kepala sekolah dan diatas siswaSehingga peran sentral guru tersebut
sangat dibutuhkan untuk memahami visi-misi dan tujuan sekolah dan
menjabarkannya ke dalam sebuah isi (content) kurikulum dan pembelajaran
(learning), kegiatan kesiswaan, penciptaan kultur/budaya sekolah, serta
membangun penguatan kelembagaan yang sehat dan berkualitas. Selain itu, guru
mengalisis data-data yang terkait masalah perubahan kurikulum, perkembangan
peserta didik, kebutuhan sumber belajar dan pembelajaran, perkembangan kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek)
serta informasi. Menyusun perioritas program sekolah secara terukur dan
sistematis, seperti proses rekuitmen siswa, masa orientasi siswa, proses pembelajaran, hingga proses evaluasi. Secara
umum kedudukan guru dalam struktur organisasi sekolah adalah sbb:
1. Ikut serta
merencanakan dan merumuskan tujuan-tujuan kegiatan ekstra kurikuler serta
pelaksanaannya.
2. Guru
secara bersama-sama membina, memelihara dan meningkatkan organisasi guru profesional sebagai sarana pengabdiannya.
3. Guru
menjadi anggota dan membantu organisasi guru yang bermaksud membina profesi pendidikan pada umumnya
4. Guru
senantiasa berusaha agar menghindarkan diri dari sikap-sikap, ucapan-ucapan dan
tindakan-tindakan yang merugikan organisasi.
5. Guru mampu
membei contoh kepada peserta didik untuk bersikap fair.[2]
2.3 HAK, KEWAJIBAN, DAN TANGGUNG JAWAB GURU DALAM ADMINISTRASI
SEKOLAH
2.3.1 Hak guru
Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berhak:
1.
Memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum
dan jaminan kesejahteraan sosial.
2. endapatkan
promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.
3. Memperoleh
perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual.
4. Memperoleh
kesempatan untuk meningkatkan kompetensi.
5. Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana
pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan.
6. Memiliki
kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan,
penghargaan, dan/atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan
perundang-undangan.
7. Memperoleh
rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas.
8. Memiliki
kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi.
9. Memiliki
kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan.
10. Memperoleh
kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan
kompetensi dan/ atau.
2.3.2 Kewajiban guru
Dalam hubungannya dengan kegiatan pengadministrasian,
seorang guru berkewajiban sebagai berikut :
1. Pengambilan
inisiatif , pengarah, dan penilaian kegiatan pendidikan.
2. Wakil
masyarakat, yang dapat menyalurkan kemauan masyarakat (dalam arti yang baik).
3. Penegak
disiplin
4. Untuk
memperlancar kegiatan pendidikan, maka pembelajar harus mampu melaksakan
kegiatan administrasi.
5. Orang yang
berpengetahuan, artinya ahli dalam mata pelajaran yang hendak ia sampaikan.
Sebab pembelajar bertanggung jawab dalam mewariskan kebudayaan (pengetahuan)
kepada peserta didiknya, guna mempersiapkanmereka untuk menjadi anggota
masyarakat yang dewasa.
2.3.3 Tanggungjawab guru
1. Bertanggung
jawab terhadap dunia profesi yang dimilikinya dan mentaati kode etik yang
berlaku dalam profesi yang bersangkutan.
2. Bertanggung
jawab atas pekerjaan yang dilakukannya sesuai dengan tuntutan pengabdian profesinya.
3. Bertanggung
jawab atas hasil profesi yang dilaksanakannya. Artinya dia harus bekerja untuk mendatangkan hasil yang sebaik
mungkin kulaitasnya, bagi kepentingan kemanusiaan.
4. Bertanggung
jawab terhadap diri sendiri, terhadap masyarakat dan terhadap Tuhan Yang Maha
Esa.
5. Dalam
pandangan orang yang berTuhan, bahwa seluruh pekerjaan yang dilakukannya adalah
dalam rangka ibadah kepadaNya. Oleh karena itu dia harus sadar, bahwa apa yang
dia kerjakan pada hakikatnya kelak akan diminta pertanggungjawaban oleh Tuhan
Yang Maha Esa.
6. Dalam
keadaan apapun dia harus berani mengambil resiko untuk menegakkan kebenaran
yang berhubungan dengan profesinya, secara bertanggungjawab dia harus
berani berucap, bertindak dan
mengemukakan sesuatu yang sesuai dengan kebenaran tuntutan profesi yang diyakininya.
7. Dia secara
sadar harus selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas yang berhubungan dengan tuntutan profesinya,
sesuai dengan dinamika dan tuntutan zaman serta keadaan yang semakin berkembang
pada tiap saat.
8. Dalam
keadaan tertentu, bila diperlukan dia harus bersedia memberikan laporan pertanggungjawaban kepada pihak manapun
tentang segala hal yang pernah ia laksanakan sesuai dengan profesinya[3]
2.3.4 UU Guru dan Dosen
Secara normatif, dalam UU No. 14 Tahun 2005 Bab I
Ketentuan Umum, Pasal I ayat 1 disebutkan bahwa guru adalah pendidik
profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan,
melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan
formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Namus jika kita perhatikan secara kontekstual
isi pasal tersebut, maka tugas guru selain telah terinci di atas, sesungguhnya
tidak bisa dilepaskan dengan kegiatan administrasi. Yaitu sebuah kegiatan yang
menjalankan tugas-tugas administrasi sistem sekolah yang menyangkut segala
rangkaian program kegiatan, baik kegiatan yang terencana maupun kegiatan
insidental guna mencapai visi, misi dan tujuan sekolah yang diinginkan.
2.4 PERANAN GURU DALAM SISTEM INFORMASI DAN
KETATAUSAHAAN SEKOLAH
2.4.1
Sistem informasi di sekolah
Peningkatan
kualitas pendidikan dan pengajaran harus merupakan fokus dari setiap penyelenggaraan sekolah. Sekolah tidak boleh
terjebak dalam rutinitas proses administrasi. Di samping itu sekolah harus
cepat mengambil keputusan-keputusan penting dalam mengembangkan dirinya. Untuk
pengambilan keputusan-keputusan tersebut dibutuhkan data-data yang akurat.
Sistem Informasi Sekolah yang baik merupakan solusinya. Proschool mengembangkan
Sistem Informasi Sekolah dengan modul-modul yang didisain mempercepat
administrasi sehingga meningkatkan kualitas belajar mengajar. Di samping itu
juga dikembangkan laporan-laporan yang sangat membantu dalam pengambilan-pengambilan
keputusan yang penting. Modul modul yang sudah dikembangkan saat ini:
Database
Siswa
Program
Uang Sekolah Dengan program ini Pembuatan Tagihan, Penerimaan Pembayaran, dan
Pencetakan slip/kwitansi dapat dilakukan dengan komputerisasi Modul yang sedang
dikembangkan saat ini
Penilaian
Absensi Dengan modul ini proses penilaian akan transparan. Sekolah benar-benar
dapat tegas dalam memberikan penilaian kepada siswanya. Modul absensi dirancang
agar orangtua dapat memonitor anaknya secara online dalam kegiatan belajar
mengajar. Menu-menu dalam Database Siswa dan Uang sekolah adalah sebagai
berikut:
1.Database
siswa
Management
data pribadi siswa
Management
virtual account
Management
orang tua
Management
saudara
1.Management
Sekolah
Management
Lokasi sekolah
Management
Tingkatan Sekolah
Management
Tingkatan Kelas
Management
Kelas
Management
Pindah Kelas, Naik Kelas, dan kelulusan
1.Management
Tagihan
Wizard
Tagihan Uang Sekolah
Wizard
Tagihan Uang Gedung
Create
Tunggakan
Create
Denda
1.Management
Pembayaran
Upload
data pembayaran dari bank
Pembayaran
secara manual
Cetak
kwitansi
1.Management
Informasi
Informasi
untuk siswa
Informasi
untuk orang tua
Informasi
untuk guru
Informasi
untuk kepala sekolah[4]
2.4.2
Ketatausahaan di sekolah
Administrasi
tata usaha merupakan kegiatan pencatatan tentang segala sesuatu yang terjadi
dalam sekolah untuk digunakan sebagai bahan keterangan bagi pimpinan.
Administrasi tata usaha itu meliputi segenap kegiatan mulai dari pembuatan
surat, pengelolaan, penataan sampai
dengan penyimpanan semua surat atau bahan keterangan yang diperlukan oleh
sekolah.
2.4.3 Peranan dan tanggungjawab guru dalam
ketata-usahaan sekolah
1. Terlibat
secara langsung atau tidak langsung dalam memberi layanan
2. Menghimpun,
mencatat, mengolah, mnggandakan, mengirim, menyimpan dan menemukan kembali
berbagai keterangan yang berkenaan maupun yang menunjang penyelenggaraan dan pendidikan disekolah.
3. Membantu perkembangan lembaga
persekolahan dengan memberikan masukan-masukan yang bersifat inovatif dan
kreatif dalam meningkatkan kualitas pelayannan sekolah, baik secara ekternal
maupun inter[5]
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pengertian
administrasi pendidikan dapat dirumuskan dari berbagai sudut pandang kerja
sama, proses kerja sama itu, sistem dan mekanismenya, manajemen, kepemimpinan,
proses pengambilan keputusan, komunikasi
dan ketatausahaan. Fungsi administrasi pendidikan dibicarakan sebagai
serangkaian proses kerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan itu Salah satu
kewenangan guru adalah menghadapi peserta didiknya, untuk itu ia harus memiliki
kemampuan dan memiliki standar, dengan prinsif mandiri (otonom) atas keilmuannya.
Jadi untuk berprofesi sebagai seorang guru perlu adanya kekuatan pengakuan
formal melalui tiga tahap; yakni; sertifikasi; regristrasi dan lisensi.
Penilaian terhadap kumpulan dokumen yang mendeskripsikan: kualifikasi
akademik, pendidikan dan pelatiahan,
pengalaman mengajar, perencanan dan pelaksanaan pembelajaran, penilaian dari atasan dan pengawas, prestasi
akademik, karya pengenbangan profesi, keikutsertaan dalam forum ilmiah,
penglaman organisasi dibidang kependidikan dan social, dan penghargaan yang
relevan dengan bidang pendidikan.
3.2 Saran
Penulis
menyadari makalah ini jauh dari kesempurnaan, penulis mengharapkan kritik dan
saran dari pembaca untuk penyempurnaan karya-karya yang akan datang. Harapan
yang besar adalah apabila ada karya-karya baru tentang admnistrasi pendidikan
yang lebih lengkap dan lebih baik lagi sehingga bisa dijadikan bahan referensi
yang lebih menarik.
DAFTAR PUSTAKA
Davies, Ivor
K.1991. Pengelolaan Belajar. Jakarta:CV Rajawali
Hernowo.2005.
Menjadi Guru yang
Mau dan Mampu Mengajar Secara Menyenangkan
.Bandung:MLC
Mudjito.1986.Guru
Yang Efektif .Jakarta:Rajawali
Prawiradilaga,
Dewi S.2008. Prinsip Desain Pembelajaran.Jakarta:Kencana
Usman, Moh.
Uzer.2002. Menjadi Guru Profesional.Bandung:PT Remaja Rosdakarya



Komentar
Posting Komentar