HAM dalam prespektif Al-Qur'an dan Hadist"
لَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.At-Tin ayat 4
Kebebasan beragama :
لاَإِكْرَاهَفِيالدِّينِقَدتَّبَيَّنَالرُّشْدُمِنَالْغَيِّفَمَنْيَكْفُرْبِالطَّاغُوتِوَيُؤْمِنبِاللّهِفَقَدِاسْتَمْسَكَبِالْعُرْوَةِالْوُثْقَىَلاَانفِصَامَلَهَاوَاللّهُسَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki)
agama (Islam); sesungguhnya
telah jelas jalan yang benar
daripada jalan yang sesat, karena itu
barangsiapa yang ingkar kepada
Thaghut dan ber-iman kepada Allah,
maka se-sungguhnya ia telah berpegang
kepada buhul tali yang amat
kuat yang tidak akan putus, dan Allah
Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.”
(Q.S. al-Baqarah/2:256)
“Dan Jikalau Tuhanmu menghendaki,
tentulah beriman semua orang yang di
muka bumi seluruhnya. maka apakah
kamu (hendak) memaksa manusia supaya
mereka menjadi orang-orang yang
beriman semuanya? (Q.S.Yunus/10:99)
“Untukmu agamamu, dan untukkulah,
agamaku.” (Q.S. al-Kafirun/
109:6)
Hak dan Kebebasan hidup
“Dan janganlah kamu membunuh
jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya),
melainkan dengan suatu
(alasan) yang benar, dan barangsiapa
dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya
kami telah memberi kekuasaan
kepada ahli warisnya, tetapi
janganlah ahli waris itu melampaui
batas dalam membunuh, sesungguhnya
ia adalah orang yang mendapat
pertolongan.” (Q.S. al-Isra’/17:33)
وَلاَ تَقْتُلُوْا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَمَنْ قُتِلَ مَظْلُوْمًا فَقَدْ جَعَلْنَا لِوَلِيِّهِ سُلْطَانُا فَلاَ يُسْرِفْ فِي الْقَتْلِ إِنَّهُ كَانَ مَنْصُوْرًا
Janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan Allah, melainkan dengan suatu alasan yang benar. Siapa saja yang dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami memberikan kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan. (QS al-Isra’ [17]: 33
3. Hak dan Kebebasan Pribadi
“Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu memasuki rumah
yang bukan rumahmu sebelum meminta
izin dan memberi salam kepada
penghuninya. yang demikian itu lebih
baik bagimu, agar kamu (selalu)
ingat. Jika kamu tidak menemui seorangpun
didalamnya, maka janganlah
kamu masuk sebelum kamu
mendapat izin, dan jika dikatakan
kepadamu: “kembali (saja)lah, maka
hendaklah kamu kembali. itu bersih
bagimu dan Allah Maha Mengetahui
apa yang kamu kerjakan”. (Q.S. an-
Nuur/24: 27-28)
4. Hak dan Kebebasan Memperoleh
Keadilan
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu
menyampaikan amanat kepada yang
berhak menerimanya, dan (menyuruh
kamu) apabila menetapkan hukum di
antara manusia supaya kamu menetapkan
dengan adil, sesungguhnya
Allah memberi pengajaran yang
sebaik-baiknya kepadamu, sesungguhnya
Allah adalah Maha Mendengar
lagi Maha Melihat. (Q.S.an-
Nisa’/4:58)
Hai orang-orang yang beriman
hendaklah kamu jadi orang-orang
yang selalu menegakkan (kebenaran)
karena Allah, menjadi saksi dengan
adil, dan janganlah sekali-kali kebencianmu
terhadap sesuatu kaum,
mendorong kamu untuk berlaku tidak
adil, berlaku adillah, karena adil itu
lebih dekat kepada takwa, dan bertakwalah
kepada Allah, sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan. (Q.S.al-Maidah/5:8)
5. Kebebasan dan Hak Kepemilikan
“Dan janganlah sebahagian kamu
memakan harta sebahagian yang lain
di antara kamu dengan jalan yang
bathil dan (janganlah) kamu membawa
(urusan) harta itu kepada
hakim, supaya kamu dapat memakan
sebahagian daripada harta benda
orang lain itu dengan (jalan berbuat)
dosa, padahal kamu mengetahui”.
(Q.S.al-Baqarah/2:188)
“Maka barangsiapa yang mengubah
wasiat itu, setelah ia mendengarnya,
maka sesungguhnya dosanya adalah
bagi orang-orang yang mengubahnya,
sesungguhnya Allah Maha mendengar
lagi Maha Mengetahui.” (Q.S.al-
Baqarah/2: 181)
6. Kebebasan Berserikat dan Berkumpul
“Hai manusia, sesungguhnya Kami
menciptakan kamu dari seorang lakilaki
dan seorang perempuan dan
menjadikan kamu berbangsa - bangsa
dan bersuku-suku supaya kamu saling
kenal-mengenal, sesungguhnya orang
yang paling mulia diantara kamu
disisi Allah ialah orang yang paling
taqwa diantara kamu, sesungguhnya
Allah Maha mengetahui lagi Maha
Mengenal.” (Q.S.al-Hujurat/49:11)
Penutup
فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّي
أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ
Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?



Komentar
Posting Komentar